Islam Kaffah

ALLAH SWT berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ ادْخُلُواْ فِي السِّلْمِ كَآفَّةً وَلاَ تَتَّبِعُواْ خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِينٌ

“Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.” (QS Al-Baqarah, 2/208)

SABAB NUZUL

Sabab nuzul ayat ini menurut Imam Al-Baghawi [1] berkaitan dengan masuk Islamnya seorang Ahli Kitab Yahudi Bani Nadhir bernama AbduLLAH bin Salam dan teman-temannya, namun setelah memeluk Islam ia tetap menganggap mulianya hari Sabtu & tidak mau memakan daging unta, kemudian mereka pun menyatakan: “Wahai RasuluLLAH, bukankah Taurat itu adalah KitabuLLAH? Maka izinkan kami tetap membacanya dalam shalat-shalat malam kami?” Maka turunlah ayat ini. Hadits ini disebutkan pula oleh pengarang kitab Jallalain dalam tafsirnya [2] dan pengarang kitab Al-Wajiz [3].

Sementara pengarang kitab Zaadul Masiir menyatakan [4] bahwa ada 3 pendapat berkaitan dengan nuzul-nya ayat ini: Pertama, ia berkaitan dengan peristiwa Ibnu Salam (sanadnya dari Abu Shalih dari Ibnu Abbas ra), kedua ia berkaitan dengan Ahli Kitab yang tidak mau beriman pada nabi Muhammad SAW (sanadnya diriwayatkan juga - tapi menggunakan kata ruwiya ‘an - dari Ibnu Abbas ra, disebutkan juga oleh Adh Dhahhak), ketiga ia diturunkan untuk kaum muslimin agar mengimani & melaksanakan semua syariat Islam (sanadnya diriwayatkan oleh Mujahid & Qatadah ra).

TAFSIR AYAT

Imam Ibnu Katsir dalam tafsirnya [5] menafsirkan maknanya sebagai: “Masuklah ke dalam ketaatan seluruhnya.” Ia menyitir pendapat Ibnu Abbas, Mujahid, Abul ‘Aliyah, Ikrimah, Rabi’ bin Anas, As-Suddiy, Muqatil bin Hayyan, Qatadah, Adh-Dhahhak, berkata mereka bahwa makna ( كافة ) dalam ayat tersebut: “Beramallah dengan semua amal & seluruh bentuk kebajikan.”

Imam At-Thabari dalam tafsirnya [6] memilih pendapat yang menafsirkannya: “Masuklah ke dalam Islam keseluruhannya.” Iapun menyitir atsar lainnya dari Mujahid, Qatadah, Ibnu Abbas, As-Suddiy, Ibnu Zaid dan Adh-Dhahhak yang berpendapat demikian. Ini pula pendapat Imam Al-Qurthubi dalam tafsirnya [7], demikian pula Imam Al-Baghawi [8], dan pengarang kitab Fathul Qadir [9].

KARAKTERISTIK ISLAM DAN MUSLIM

Islam adalah agama yang memiliki karakteristik yang khusus dan sempurna, karena ia diturunkan dari yang Maha Sempurna. Dan Allah SWT menurunkan Islam semata-mata untuk mengangkat, meninggikan, memuliakan dan menyempurnakan hamba2-Nya, karena ia tidak memiliki kepentingan (vested interest) sedikit pun atas manusia. Oleh karena itu maka seorang yang berinteraksi dengan Islam secara benar maka secara logika ia pastilah akan terbentuk, tercelup dan tersempurnakan (QS 2/138) oleh sistem yang paling sempurna (QS 5/3) yang diturunkan oleh yang Maha Sempurna melalui hambanya yang paling sempurna (QS 68/3-4).

Maka jika kita melihat kondisi kaum muslimin tidak sebagaimana karakteristik yang dipaparkan dibawah ini, maka penyebabnya adalah 1 diantara 2 hal: Apakah ia adalah seorang yang hanya memiliki pemahaman Islam yang minim dan seadanya sehingga ia tidak mampu menikmati dan menyerap seluruh nilai-nilai Islam itu dengan baik; atau ia adalah seorang yang berprasangka buruk terhadap Islam, menganggapnya sebagai cerita kuno dan identik dengan keterbelakangan sehingga ia tidak mau menyisakan waktunya untuk mempelajari Islam dengan teliti dan sunguh-sungguh.

Untuk kelompok pertama solusinya adalah dengan mempelajari Islam secara teliti dan sungguh-sungguh, bukankah anda telah memilih untuk memeluk agama ini? Maka mengapakah anda menyiksa diri anda dengan keraguan tanpa berusaha untuk memuaskan keraguan fikiran dan jiwa anda terhadap agama yang telah anda pilih ini?!

Dan untuk kelompok kedua, maka dapat dikatakan bahwa anda tidak bersikap obyektif dan adil terhadap Islam. Bagaimana anda telah mempelajari ilmu pengetahuan yang anda pelajari saat ini dengan sungguh-sungguh, bertahun-tahun lamanya, dengan membaca berbagai buku dan media, melakukan berbagai percobaan, survai dan eksperiman, mengalami keberhasilan dan kegagalan silih berganti, sampai akhirnya anda berhasil saat ini; sementara sebaliknya terhadap Islam, hanya dengan membaca dan mendengar seadanya tanpa usaha yang keras anda sudah menyimpulkan bahwa Islam identik dengan kebodohan dan keterbelakangan, apakah ini sebuah sikap yang ilmiah dan obyektif?!

Adapun karakteristik seorang muslim sebagai dampak dari Islam yang dipelajari, difahami dan diamalkannya dengan benar dan konsisten tersebut antara lain adalah:

1. Islam adalah agama yang membersihkan penganutnya dari syirik dan Islam paling sesuai dengan fitrah kemanusiaan; maka seorang muslim yang benar seharusnya menjadi seorang yang ikhlas dan lurus fitrahnya (QS 39/2;11;14, 7/172, 30/30).

2. Islam adalah agama yang sangat sarat dengan nilai-nilai dan aturan; maka seorang muslim seharusnya menjadi seorang yang bermutu dan teratur (QS 43/4, 36/1-2).

3. Islam adalah agama moralitas dan hukum; maka seorang muslim akan menjadi orang yang bermoral dan bijaksana (QS 4/36;105).

4. Islam adalah agama kebersihan dan kesucian; maka seorang muslim seharusnya menjadi orang yang bersih fisiknya serta suci jiwanya (QS 9/108).

5. Islam adalah agama ilmu dan amal; maka seorang muslim seharusnya menjadi seorang alim yang aktif beramal (QS 47/19, 2/44).

6. Islam adalah agama Ilmu dan pemikiran; maka seorang muslim haruslah menjadi seorang alim yang pemikir (QS 9/122).

7. Islam adalah agama aktifitas dan pahala; maka seorang muslim haruslah menjadi seorang aktifis yang senantiasa optimis akan ganjaran Allah SWT atas setiap pekerjaannya.

8. Islam adalah agama kekuatan dan tanggungjawab; maka seorang muslim seharusnya menjadi orang yang kuat dan dapat dipercaya (QS 28/26).

9. Islam adalah agama kemuliaan dan kasih-sayang; maka seorang muslim harus menjadi seorang yang mulia tapi penyayang (QS 9/128, 49/10).

10. Islam adalah agama negara dan ibadah; maka seorang muslim akan menjadi seorang politisi yang ahli ibadah (QS 73/20).

11. Islam merupakan agama senjata dan al-Qur’an; maka seorang muslim akan menjadi seorang mujahid yang rabbani / ahli ibadah (QS 9/111, 3/79).

12. Islam adalah agama harakah dan peraturan; maka seorang muslim akan menjadi seorang aktifis yang teratur/tidak serabutan dan sembrono (QS 9/38-39, 16/125)

ISLAM SEBAGAI SISTEM YANG MENGATUR SELURUH ASPEK KEHIDUPAN MUSLIM

Jika kita membaca dan mempelajari Tafsir al-Qur’an, baik yang dikarang oleh ulama terdahulu (salaf) maupun kontemporer (khalaf), maka akan kita dapatkan definisi cakupan Islam sebagai sistem yang memberi arahan kepada semua aspek kehidupan muslim. Dari masalah yang remeh seperti mengenai cara berjalan dan berbicara (QS 31/19) sampai dengan masalah besar seperti hukum dan undang-undang (QS 5/48-49) dapat ditemui arahannya di dalam al-Qur’an dan as-sunnah. Secara lengkap pengarahan Islam dalam al-Qur’an mengenai berbagai aspek kehidupan muslim, dapat disebutkan sebagai berikut:

  1. Islam sebagai agama dan idiologi (QS 6/162-164)
  2. Islam sebagai sistem yang mengatur moralitas dan tingkah-laku (QS 17/23-37)
  3. Islam sebagai pedoman yang mengarahkan perasaan (QS 57/22-23, 4/104)
  4. Islam sebagai pedoman dalam sistem pendidikan (QS 96/1-5, 3/164)
  5. Islam sebagai pedoman dalam sistem sosial kemasyarakatan (QS 49/11-13, 24/11-17)
  6. Islam sebagai pedoman dalam sistem politik dan kenegaraan (QS 4/59)
  7. Islam sebagai pedoman yang mengatur sistem perekonomian (QS 2/3, 59/7, 9/60;103)
  8. Islam sebagai pedoman dalam sistem kemiliteran (QS 8/39,60-61)
  9. Islam sebagai pedoman dalam sistem hukum dan perundangan (QS 5/50)

Wallahu waliyyu at-Taufiiq…

Catatan Kaki:

[1] Tafsir Al-Baghawi, I/240

[2] Tafsir Jallalain, I/41

[3] Tafsir Al-Wajiz, I/160

[4] Tafsir Zaadul Masiir, I/224

[5] Tafsir Ibnu Katsir, I/335

[6] Tafsir At-Thabari, II/335

[7] Tafsir Al-Qurthubi, III/26

[8] Tafsir Al-Baghawi, I/240

[9] Tafsir Fathul Qadir, I/321



Dipetik daripada al-ikhwan.net

Ya Ikhwati Al-Ahibba'


BANGKITLH SAUDARAKU....................
Sejarah islam telah membuktikan bahawa islam merupakan agama yang hebat dan terbaik sebagai cara hidup(3:19). Islam menyediakan segala penyelesaian kepada semua masalah yang pernah, sedang, dan akan wujud. Maka benarlah sabda Rasulullah S.A.W
" Islam itu tinggi dan tidak ada yang tinggi daripadanya"
Kita kini mampu berbangga dengan sejarah yang pernah dilakarkan oleh generasi terdahulu yang mampu mewujudkan satu tamadun baru ( new civilization) menggantikan tamadun-tamadun sebelumnya yang nyata pincang dengan teori-teori karut yang bertentangan denaga fitrah alam dan manusia.
Islam mempunyai tokoh-tokoh yang tidak dapat dipertikaikan kemampuan mereka dalm mengemukakan teori-teori baru dalam pelbagai bidang. Ibnu Khaldun misalnya terkenal sebagai seorang pelopor tamadun yang unggul, Ibnu Sina terkenal dengan bukunya "Al-Qanun Fi Tibb" yang sehingga kini menjadi rujukan sarjana-sarjana moden, dan ramai lagi tokoh-tokoh islam yang lain mencetuskan revolusi yang amat berguna.Suatu ketika dahulu, kita miliki kekuatan daripada segenap aspek. Ketenteraan, ekonomi, dan politik dikuasai oleh orang islam. Suara umat islam didengari dan dihormati. Kita mampu menjadi pentadbir yang mampu mencorakkan dunia dengan nur islam yang cahayanya menghapuskan kegelapan jahiliyyah (2:257)
Namun kini Islam seakan-akan hilang taringnya, ia tidak lagi dihormati dan dakagumi. Dimanakah silapnya?
Adakah kerana penganutnya sedikit berbanding penganut agama lain?
Sesungguhnya bilangan umat islam hari ini jauh lebih ramai jika dibandingkan dengan umat islam sewaktu Rasulullah masih lagi hidup. Namun mereka mampu menundukkan keangkuhan jahiliyyah dengan keizzahan islam. Lupakah kita kisah peperangan Badar. Jumlah umat islam ketika itu yang jauh lebih sedikit (313) berbanding orang kafir( 1000) tidak menjadi alasan kepada islam untuk tewas.Nyata, bilangan bukanlah penyebab kepada kedaifan umat islam pada masa ini. Benarlah sabda Rasulullah S.A.W:
" Suatu masa nanti, bangsa-bangsa akan memperebut kamu seperti orang yang sedang makan memperebut makanan atas hidangan". kemudian ada sahabat bertanya " Apakah saat itu kita berjumlah sedikit?" Rasulullah menjawab " bahkan jumlah kamu banyak, namun kamu hanyalah buih di atas bah dan ALLAH akan mencabut rasa takut daripada dalam diri musuh-musuh kamu terhadap mu, sementara dia meletakkan penyakit al-wahnu di dalam hati kamu", ada sahabat bertanya lagi " wahai Rasulullah, Apakah al-wahnu itu?" Baginda menjawab, "cinta dunia dan takut mati"
(Riwayat Abu Daud)
Justeru, kita harus sedar bahawa islam bukan ditegakkan oleh penganutnya yang ramai (mempunyai kualiti buih) tetapi oleh individu-individu yang benar-benar beriman dan yakin dengan janji ALLAH. Buih-Buih akan wujud dengan bayak ketika banjir atau pada gigi-gigi ombak namun ia akan pecah,musnah,dan hancur walaupun tersentuh sebutir pasir. Begitulah lemahnya ketahana buih untuk terus bertahan seperti lemahnya umat islam hari ini mempertahankan iman, akidah, dan akhlak islam yang hakiki. Kini, kita malu untuk mempamerkan akhlak islam kerana dianngap ketinggalan zaman dan malu untuk menyatakan islam kerana terasa hina. Pelik tapi itulah hakikatnya. Kita bangga jika mampu menghafal lirik "My All", "Behind The Hazel Eyes", "Aduh Saliha", dan banyak lagi tapi sukar sekali menghafal satu ayat Al-quran. Mungkin inilah masa yang disabdakan Rasulullah lebih 1400 tahun dahulu. mungkin kitalah generasi yang mengidap penyakit al-wahnu. Siapa yang takut dgn umat islam hari ini ? Lihat bagaimana saudara-saudara kita diperlakukan di Iraq, Palestin,Afghanistan,Ambon dan negara-nagara islam yang lain? Atau mungkin kita sendiri tidak pernah ambil tahu tentang peristiwa ini. maklumlah kita sibuk dengan maksiat yang dilakukan setiap hari, sibuk menonton Akademi Fantasia, Malaysian Idol, sibuk menonton bola sepak, dan pelbagai kesibukan yang lain, mungkin bagi kita satu gol dan satu babak cerita lebih penting daripada satu myawa orang islam. Jika inilah kita, maka kitalah generasi yang disebutkan dalam hadis diatas.
Tanyalah diri kita, apa sebenarnya tujuan kita hidup? Belum cukupkah lagi maksiat yang kita lakukan? Belum tibakah masa untuk kita kembali kepada ALLAH?(57:16).Hari ini kita hebat dalam bercakap tetapi lemah dalam bertindak dan bangga dengan sejarah tapi tak mampu mngukir sejarah baru. Cukuplah kita tertipu dan diperbodohkan.Sesungguhnya manusia sentiasa merasa berjasa dengan agama(49:17) lantas kita mengharapkan syurga. Cukupkah ibadah dan amal kita untuk memasuki syurga ALLAH?(2:214)
Ayuh, kembalilah! kita punya potensi untuk kembali hebat. Lihat bagaimana ALLAH menyifatkan kita sebagai generasi terbaik dalam Al-quran(3:110). Marilah sama-sama kita menjadi generasi peganti yang akan mencorakkan dunia(5:54).Sedarlah kita perlu "bangkit" mendukung kalimah shahadah dan memperjuangkannya kerana inilah intipati dakwah para rasul(21:25) Sedarlah keadaan umat islam hari ini, apa yang kita boleh banggakan? maka benarlah sabda Rasul bahawa apa yang tinggal daripada islam sekarang hanyalah nama.
"memanglah umat islam perlu bangkit semula daripada umat yang telah ditimbus zaman,ditimbus oleh konsep hidup yang sesat, ditimbus oleh realiti hidup yang menyeleweng,ditimbus oleh sistem hidupyang pincang dan tiada kena mengena dengan islam sama sekali, tiada kena mengena dengan program islam walaupun umat itu masih menganggap dirinya sebagai umat islam dan masih memanggil negeri tempat tinggal mereka sebagai "dunia islam""
(Syed Qutb)
Persoalannya bagaimanakah caranya memulakan operasi kebangkitan islam?
Jawapannya: Mesti ada satu golongan pelopor atau kader yang menghayati cita-cita ini dan meneruskan kegiatannya dengan cara merobos ke dalam alam jahiliyyah yang sedang berpengaruh di seluruh permukaan bumi ini dengan memakai dua kaedah iaitu memisahkan diri dan membuat hubungan dibidang lain pula.
Ayuh, mari kita menjadi genarasi yang menggantikan,yang terbaik dan yang benar-benar beriman. Yakinlah kita mampu, tetapi sayang kita tertipu dengan diri , syaitan dan musuh-musuh islam. Apabila kita diajak untuk bersama berusaha menjanakan kebangkitan ini kita akan memberikan seribu satu alsan(9:44-45). Kita selalu sibuk tetapi masih sempat bermain game,masih sempat berbual kosong,dan masih mampu TIDUR. Sedarlah musuh-musuh islam berusaha bersungguh-sungguh untuk menjatuhkan islam(8:36).
Kita berhak memilih jalan yang ingin kita lalui dengan izin-Nya, namun adakah kita akan memilih jalan ke neraka, pastinya tidak kita ingini tetapi itulah apa yang kita lakukan. Bangunlah wahai saudaraku! Sesungguhnya sinar menanti dihadapan. Jangan kita lengah lagi, mari kita bersama-sama menjadi agen kebangkitan mari kita bersedia memperuntukkan masa , diri dan harta untuk usaha murni ini, kerana inilah jalan ke syurga(insyaAALAH)(9:111)
Sedarlah islam tidak pernah perlukan kita tetapi kitalah yang memerlukan islam.Janganlah kita sekadar berbangga dengan ilmu yang ada (40:83) tetapi bekerjalah untuk islam(9:105)
Sesungguhnya risalah kecil ini mungkin tidak mampu untuk merubah siapa yang membacanya selagi si pembaca belum bersedia berubah tetapi cukuplah ia sekadar permulaan untuk kita berfikir akan kebenarannya.Maka carilah kebenarannya. Kembalilah kepada al-quran dan sunnah . bukankah nabi telah bersabda:
" aku tinggalkan kamu dua perkara, seandainya kamu berpegang dengan keduanya maka kamu tidak akan sesat selama-lamanya iaitu al-quran dan sunnahku"
Seandainya hati ini masih ragu-ragu maka bermunajadlah dan sujudlah kepada ALLAH agar kita dikurniakan hidayah dan akan kembali kepada-Nya, seandainya hati ini masih terlalu cintakan maksiat maka bertaubatlah(3:133-135) Percayalah saudarku masih ada jalan untuk kita kembali, maka carilah.......................
Maha Bijaksana ALLAH yang menciptakan langit dan bumi dan benarlah risalah yang dibawa Rasulullah

Followers

Muslimkaffah © 2008 Template by Dicas Blogger Supplied by Best Blogger Templates

TOPO